HONGKONG – Hari Minggu adalah hari libur yang paling ditunggu-tunggu PMI di Hongkong. Bagi sebagian besar PMI, hari itu diisi dengan berkumpul di Victoria Park, belanja, atau sekadar beristirahat. Tapi bagi Lestari Wulandari (32) asal Solo, hari Minggu adalah hari mengajar.
Sudah tiga tahun Lestari secara sukarela mengajar Bahasa Indonesia kepada warga negara asing di Hongkong — mulai dari warga lokal Hongkong, ekspatriat Eropa dan Amerika, hingga turis yang jatuh cinta dengan Indonesia.
Berawal dari Satu Murid
Cerita ini bermula ketika majikan Lestari, seorang wanita Hongkong, tertarik belajar Bahasa Indonesia karena sering berkunjung ke Bali untuk bisnis. Ia minta Lestari mengajarinya setiap Minggu.
"Majikan saya progresnya cepat. Teman-temannya juga minta diajarkan. Dari satu orang jadi sepuluh orang. Dari sepuluh orang sekarang sudah 80 orang lebih," cerita Lestari sambil tersenyum.
Kelas Bahasa Indonesia Gratis di Taman Kota
Kelas yang ia namakan "Belajar Bahasa Indonesia bersama Lestari" kini berlangsung setiap Minggu pukul 09.00-12.00 di Victoria Park. Murid-muridnya datang dari berbagai latar belakang:
- Warga Hongkong yang punya bisnis di Indonesia
- Ekspatriat dari AS, Inggris, Prancis, dan Jerman yang aktif di komunitas Indonesia
- Peneliti dan mahasiswa yang tertarik budaya Indonesia
- Pasangan dari warga Indonesia
Pengakuan Resmi
Tahun ini, KJRI Hongkong resmi mengakui kelas Lestari sebagai program promosi budaya Indonesia dan memberikan subsidi untuk buku ajar. Sebuah penghargaan yang membuat Lestari terharu.
"Saya tidak pernah bermimpi ini sampai diakui pemerintah. Niat awalnya hanya ingin berbagi. Ternyata berbagi bahasa adalah salah satu cara terbaik memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Lestari.
Sumber: Media Indonesia, 20 Agustus 2025 | Foto: KJRI Hongkong
Wiwid Mawali Juarai Turnamen Badminton KBRI RIyadh 2024
Sah! KBRI Riyadh Jalin Kolaborasi dengan JAPRI Sukseskan Pesta Rakyat HUT ke-79 RI
SERIAL PMI (Jilid-3): Energi Bola
SERIAL PMI : Setelah IMD