SUBANG – Nama Ujang Suryadi (48) kini harum di Desa Tambakjaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mantan Pekerja Migran Indonesia yang pernah 15 tahun banting tulang di Arab Saudi ini kini menjadi pengusaha pertanian sukses dengan kepemilikan 50 hektar lahan sawah produktif.
Kisah Ujang adalah bukti nyata bahwa menjadi PMI bisa menjadi jembatan menuju kesuksesan jika dibarengi kedisiplinan mengelola keuangan.
Awal Perjalanan
Ujang pertama kali berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2005 sebagai pekerja konstruksi dengan modal nekat dan impian sederhana: menyekolahkan anak dan membeli sawah.
"Waktu itu saya hanya punya ijazah SD dan tidak punya keahlian khusus. Tapi tekad saya besar. Saya bertekad tidak mau pulang sebelum bisa beli tanah," kenang Ujang.
15 Tahun Disiplin Menabung
Selama 15 tahun bekerja, Ujang menerapkan disiplin keuangan yang ketat. Dari gaji SAR 800 per bulan di awal karirnya (sekarang SAR 1.800), ia selalu menyisihkan 70% untuk ditabung dan diinvestasikan.
Ujang membeli sawah pertamanya seluas 1 hektar pada 2008. Secara konsisten, setiap kali pulang cuti, ia membeli lahan baru. Ia juga memanfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang diakses melalui BRI untuk menambah lahan.
Kini: Pengusaha Pertanian Modern
Saat ini, usaha pertanian Ujang sudah berkembang pesat:
- 50 hektar sawah produktif dengan 3 kali panen per tahun
- Memiliki 5 unit traktor dan mesin panen modern
- Gudang penyimpanan beras berkapasitas 100 ton
- Menyerap 40 tenaga kerja lokal dari desa setempat
- Omset tahunan mencapai Rp 2,5 miliar
Pesan untuk PMI
"Jangan hanya kerja keras, tapi kerja cerdas. Investasikan hasilnya. Jangan habis untuk konsumsi saja. Saya hidup sederhana selama 15 tahun di Arab Saudi supaya sekarang bisa hidup senang dan bisa menciptakan lapangan kerja di kampung," pesan Ujang.
Sumber: Pikiran Rakyat, 5 Juli 2025 | Foto: Dok. Pribadi Ujang Suryadi
Wiwid Mawali Juarai Turnamen Badminton KBRI RIyadh 2024
Sah! KBRI Riyadh Jalin Kolaborasi dengan JAPRI Sukseskan Pesta Rakyat HUT ke-79 RI
SERIAL PMI (Jilid-3): Energi Bola
SERIAL PMI : Setelah IMD