RIYADH – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh merilis laporan tahunan penanganan kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah untuk tahun 2024. Sepanjang tahun lalu, KBRI Riyadh menangani total 2.847 kasus, menurun 12% dibandingkan 2023 yang mencapai 3.231 kasus.
Wakil Kepala Perwakilan RI di Riyadh, Sugiri Suparwan, menyampaikan laporan ini dalam konferensi pers di Wisma Duta, Selasa (6/5/2025).
Rincian Jenis Kasus
| Jenis Kasus | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Gaji tidak dibayar / ditahan | 987 | 34,7% |
| Kontrak tidak sesuai | 621 | 21,8% |
| Kekerasan fisik / psikis | 438 | 15,4% |
| PMI ingin pulang (kabur dari majikan) | 412 | 14,5% |
| Kematian (natural/non-natural) | 189 | 6,6% |
| Kasus hukum di Arab Saudi | 145 | 5,1% |
| Lainnya | 55 | 1,9% |
Tingkat Penyelesaian
Dari 2.847 kasus tersebut, KBRI Riyadh berhasil menyelesaikan 2.543 kasus (89,3%). Sisanya 304 kasus masih dalam proses penanganan, sebagian karena melibatkan proses hukum yang panjang di Arab Saudi.
"Kami bangga dengan tingkat penyelesaian 89,3%. Tapi satu kasus pun yang belum selesai tetap menjadi prioritas kami," tegas Sugiri.
Inovasi Layanan
KBRI Riyadh juga meluncurkan beberapa inovasi layanan di 2024, termasuk:
- Shelter KBRI yang diperluas kapasitasnya dari 150 menjadi 250 orang
- Layanan online 24 jam via WhatsApp dan aplikasi SIMKIM
- Mobile service ke kota-kota di luar Riyadh seperti Jeddah, Madinah, dan Dammam
- Klinik kesehatan gratis di KBRI untuk PMI bermasalah
Sumber: Antara News, 6 Mei 2025 | Foto: KBRI Riyadh
BP2MI: 287.000 PMI Diberangkatkan Semester I 2025, Melampaui Target
"Indonesia Selalu di Hati" - Kisah ABK Kapal Pesiar yang Sudah Kunjungi 60 Negara
Rekor! Remitansi PMI 2025 Tembus USD 17 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Wiwid Mawali Juarai Turnamen Badminton KBRI RIyadh 2024