KUPANG – BP2MI memfasilitasi pemulangan jenazah Yosep Nahak (42), Pekerja Migran Indonesia asal Desa Benu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Yosep meninggal akibat serangan jantung di Riyadh, Arab Saudi, diduga akibat kelelahan kerja dan tekanan fisik yang berlebihan.
Jenazah Yosep tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (19/6/2025), disambut tangis keluarga dan warga setempat. Pemerintah menanggung seluruh biaya pemulangan melalui program Jaminan Sosial BP2MI.
Kisah Yosep
Yosep berangkat ke Arab Saudi pada 2023 sebagai pekerja konstruksi. Ia meninggalkan istri dan tiga anaknya demi mencari nafkah yang lebih baik. Menurut rekan-rekan kerjanya, Yosep diharuskan bekerja di bawah terik matahari tanpa jeda yang memadai.
"Bapak sering cerita lewat telepon kalau capek sekali. Tapi dia bilang tahan demi anak-anak bisa sekolah," ungkap Marta Nahak (38), istri Yosep, dengan air mata berlinang.
Hak-hak yang Diterima Keluarga
BP2MI memastikan keluarga Yosep mendapat seluruh haknya sesuai ketentuan UU Pelindungan PMI:
- Santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 85 juta
- Santunan dari asuransi PMI senilai Rp 75 juta
- Biaya pemakaman ditanggung pemerintah
- Gaji tertunggak Yosep selama 3 bulan yang belum dibayar majikan, senilai SAR 4.500
- Pendampingan psikososial untuk istri dan anak-anak
Catatan BP2MI
Kepala BP2MI Benny Rhamdani menegaskan bahwa kondisi kerja yang tidak manusiawi yang menyebabkan kematian PMI harus menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi.
"Kami akan menyampaikan nota resmi kepada Kedubes Arab Saudi terkait kasus ini dan meminta investigasi terhadap perusahaan yang mempekerjakan almarhum," kata Benny.
Sumber: Pos Kupang, 19 Juni 2025 | Foto: BP2MI/Dok. Keluarga
Wiwid Mawali Juarai Turnamen Badminton KBRI RIyadh 2024
Sah! KBRI Riyadh Jalin Kolaborasi dengan JAPRI Sukseskan Pesta Rakyat HUT ke-79 RI
SERIAL PMI (Jilid-3): Energi Bola
SERIAL PMI : Setelah IMD