BP2MI: 287.000 PMI Diberangkatkan Semester I 2025, Melampaui Target
JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat prestasi menggembirakan dalam penempatan PMI sepanjang semester I 2025. Total 287.000 PMI berhasil diberangkatkan ke berbagai negara tujuan, melampaui target yang ditetapkan sebesar 250.000 orang.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyampaikan data ini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Distribusi Penempatan PMI
Dari 287.000 PMI yang diberangkatkan, berikut distribusi menurut negara tujuan:
- Malaysia: 89.200 orang (31,1%)
- Arab Saudi: 74.400 orang (25,9%)
- Taiwan: 52.100 orang (18,2%)
- Hongkong: 31.600 orang (11,0%)
- Singapura: 18.900 orang (6,6%)
- Jepang: 12.300 orang (4,3%)
- Korea Selatan: 6.400 orang (2,2%)
- Lainnya: 2.100 orang (0,7%)
Profil PMI yang Diberangkatkan
Yang menggembirakan, kualitas PMI yang diberangkatkan terus meningkat:
- 67% PMI memiliki pendidikan minimal SMA/SMK (naik dari 58% tahun 2024)
- 31% berangkat melalui program G to G (Government to Government)
- 48% bekerja di sektor formal (perusahaan, bukan domestik)
- Rata-rata gaji PMI 2025 naik 18% dibanding 2024
Program Unggulan yang Mendorong Peningkatan
Benny mengungkapkan beberapa program yang berhasil mendorong peningkatan penempatan PMI berkualitas:
- Pelatihan vokasi PMI di BLK (Balai Latihan Kerja) yang diperluas
- Sertifikasi kompetensi nasional yang diakui negara tujuan
- Program magang internasional G to G yang diperluas ke 8 negara
- Digitalisasi proses penempatan yang memangkas waktu dan biaya
BP2MI optimistis target tahunan 550.000 PMI akan tercapai pada akhir 2025.
Sumber: Kontan.co.id, 22 Agustus 2025 | Foto: BP2MI